Kamis, 07 November 2013

Tugas: Autobiografi



Nama saya KATRIN ANASTASIA L. TOBING, saya lahir tanggal 31 Januari 1994 di Rumbai Jaya. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Pada waktu lahir saya memiliki berat  3,8kg dan panjang  48cm. keluarga saya adalah keluarga sedarhana. Ayah saya bekerja sebagai guru dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga.
Pada waktu saya kecil saya memiliki hobi memasak. Sehingga orangtua saya membelikan saya mainan masak- masakan. Pada waktu kecil saya dekat dengan Ayah saya dan saya anak manja karena jarak saya dengan adik saya jauh yaitu 8 tahun. Awal pendidikan saya berumur 5 tahun di SD Rumbai jaya. Masa SD saya di Rumbai Jaya, Pekanbaru hanya 3 (tiga tahun) karena keluarga saya harus pindah ke Tarutung, Sumatera Utara. Di Tarutung saya masuk di SD Santa Maria Tarutung. Dasar prestasi saya di Rumbai Jaya dengan di Tarutung sangat jauh berbeda. Selama saya di Rumbai jaya saya selalu berada di peringkat 5 besar, tetapi setelah saya di Tarutung peringkat saya turun menjadi 37 dari 40 siswa dan itu sangat memalukan. Seiring berjalannya waktu nilai saya semakin baik dan saya lulus dari SD tersebut.
Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan di SMP N 2 TARUTUNG, selama tiga tahun dari tahun 2007-2009. Pada waktu kelas dua dan tiga, saya masuk kelas unggulan dan itu membuat prestasi akademik saya menurun. Selama saya di SMP saya tidak pernah mengikuti organisasi karena saya melihat orangnya tidak asik dan membuang waktu.
Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan di SMA N 1 TARUTUNG selama tiga tahun, dari tahun 2009-2011. Awal masuknya saja sudah susah, karena adanya seleksi. Tetapi setelah masuk ya biasa-biasa saja. Kelas 1 saya berada di kelas X3 (sepuluh tiga). Dan pada saat kelas dua saya menggambil jurusan IPA dan berada dikelas XI IPA 3 dan XII IPA 3. Pada waktu SMA nilai prestasi saya yah lumayan membanggakan karena masuk 10 besar. Karena prestasi saya saya mendapat kesempatan jalur undangan untuk masuk ke Perguruan Tinggi, tetapi hasilnya sangat megecewakan karena saya tidak di terima. Tetapi saya tidak menyerah dan saya mengikuti ujian SPMB dan UMB untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika. Hasil yang tidak diduga pun keluar yaitu nama saya tidak ada di Koran dan itu sangat memalukan saya maupun orang tua saya. Karena teman-teman saya semua sudah kuliah , saya pun memutuskan untuk kuliah. Setelah memikirkannya, saya memutuskan kuliah di Universitas Gunadarma pada tahun 2011 sampai sekarang dan mengambil jurusan Manajemen.
Selama saya SMA saya tidak pernah mengikuti organisasi sekolah dan sama halnya dengan ketika saya di Perguruan Tinggi. Tetapi ketika saya SMA saya mengikuti organisasi di luar SMA yaitu Perkumpulan Kaum Remaja di Gereja dan saya ditunjuk sebagai Bendahara. Dari perkumpulan Kaum Muda Gereja. Di perkumpulan tersebut saya diajarkan secara tidak langsung tentang kerja sama yang baik, bersosialisasi dan adanya saling tukar pendapat.

Senin, 04 November 2013

KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP

A.   KEPRIBADIAN DAN PERILAKU KONSUMEN
Kepribadian menurut psikologi modern yaitu: “ Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis individu yang menetukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya secara unik”.
Jadi, kepribadian seorang dewasa umumnya sekarang dianggap ter buat dari baik faktor keturunan maupun lingkungan, yang diperlunak oleh faktor situasi.
·         Keturunan.
·         Lingkungan.
·         Situasi.
·         Dinamis,
·         Organisasi sistem,
·         Psikofisis,
·         Unik.

B.   KARAKTERISTIK PRIBADI YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Ø  Umur dan Tahap Daur Hidup
Ø  Pekerjaan
Ø  Situasi Ekonomi
Ø  Kepribadian

C.   TEORI-TEORI KEPRIBADIAN
Teori (Perkembangan) Kepribadian berdasarkan pendapat para ahli, yaitu sebagai berikut:
1.      Sigmund Freud (Psikoanalisis Klasik) (1856 - 1939)
Struktur Kepribadian, Kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (Conscious), Pra sadar (Preconscious), dan tidak sadar /bawah sadar (Unconscious mind). Id, ego, superego. Id adalah berkaitan dengan prinsip kesenangan, ego berkaitan dengan prinsip kenyataan, sedangkan superego merupakan penjaga moral atau kata hati. Tahap perkembangan psikoseksual, yaitu oral, anal, phalik, laten, genital.
2.      Alfred Adler (Psikologi Individual) (1870 – 1937)
Struktur Kepribadian, Manusia adalah mahluk social dan makhluk individual. Pokok-Pokok Teori Adler, Individualitas sebagai pokok persoalan, Pandangan Teleologis: Finalisme Semu, Dua Dorongan Pokok, yaitu dorongan kemasyarakatan, dorongan keakuan, Rasa Rendah Diri dan Kompensasi pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan manusia, Gaya Hidup adalah prinsip yang dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang, Diri yang Kreatif adalah penggerak utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua tingkah laku.
3.      Karen Horney (1885-1952)
Teori Kepribadian, Dasar kepribadian terbentuk pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Faktor sosial (hubungan antara orang tua dan anak) sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (bukan dorongan biologis). Horney menekankan faktor budaya dibanding faktor biologis dalam perkembangan manusia, terutama yang terkait dengan perbedaan gender.Anak-anak memulai hidupnya dengan basic anxiety, tapi hal itu dapat diatasi dengan pengasuhan yang memadai dari orang tua maupun orang lain.
4.      Harry Stack Sulivan
Faktor sosial (Proses akulturasi) menentukan perkembangan psikologis. Juga faktor-faktor fisiologis. Pengalaman-pengalaman terdiri dari :1. Pengalaman prototasik, 2. Pengalaman parataksik, 3. Pengalaman sintaksik.
Ada tujuh tahapan perkembangan yaitu :
-          Infancy (masa kelahiran sampai mampu berbicara)
-          Childhood (masa kanak-kanak)
-          Juvenile (usia 5-11 tahun)
-          Preadolescence (masa pradewasa)
-          Early adolescence (masa dewasa awal)
-          Late adolescence (masa dewasa akhir)
-          Adulthood (masa dewasa / sebagai orang tua).
5.      Erich Fromm (1900-1980)
Manusia melarikan diri dari kebebasan, karena Manusia tidak dapat dipisahkan dari alam dan orang lain, Semakin bebas manusia semakin ia merasa kesepian, tidak berarti dan terasing, Manusia menemukan rasa aman jika bersatu & bekerjasama dengan orang lain. Ada dua cara untuk memperoleh makna dari kebersamaan dalam kehidupan, yaitu: Mencapai kebebasan positif tanpa mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi dan Memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan. Tiga mekanisme pelarian yang terpenting yaitu : Authoritarianism terdiri dari masochistic dan sadistic, Destructiveness, dan Automation conformity. Kebutuhan Manusia, yaitu: Relatedness (berelasi/berhubungan), Rootedness (berikatan), Unity (bersatu), Identity (indetitas). Ada 4 kebutuhan lain yang berhubungan dengan pemahaman dan aktivitas, yaitu:
*      Need for a frame of orientation,
*      Need for a frame of devotion ,
*      Need for excitation–stimulation ,
*      Need for effectiveness.
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut manusia membentuk 2 tipe karakter yaitu: 1. Nonproduktif dan 2.  Produktif.
6.      Adolf Meyer
Teori psychobiology (atau alternatifnya, ergasiology, istilah yang diciptakan dari kata Yunani untuk bekerja dan melakukan), dimana Meyer melakukan pendekatan untuk pasien penyakit jiwa yang mencakup, meneliti dan mencatat semuanya,baik psikologis biologis, dan sosial yang relevan dengan faktor kasus - sehingga penekanannya pada pengumpulan sejarah kasus rinci untuk pasien, memberikan perhatian khusus terhadap latar belakang sosial dan lingkungan yang membesarkan pasien. Meyer percaya bahwa penyakit mental hasil dari disfungsi kepribadian, bukan patologi otak.
7.      Carl Gustav Jung (1875-1961)
Konsep-konsep Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung ada tiga macam, yaitu Personality Function, Psyche adalah merupakan gabungan atau jumlah dari keseluruhan isi mental, emosional dan spiritual seseorang, dan Self adalah Kepribadian Total (total personality) baik Kesadaran maupun Bawah Sadar. Ia memandang manusia sangatlah unik karena mempunyai begitu banyak Kepribadian yang beragam antara individu satu dengan individu lainnya. Jung membedakan istilah antara Ambang Sadar (Subconscious) dan Bawah Sadar (Unconscious).

D.   DIMENSI KEPRIBADIAN
1.      Ekstraversi
Suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang senang bergaul dan banyak bicara dan tegas.
2.      sifat menyenangkan
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang baik hati, kooperatif dan  mempercayai.
3.      sifat mendengarkan kata hati
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun dan berorientasi prestasi
4.      kemantapan emosional
suatu dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang tenang, bergairah,terjamin (positif), lawan tegang, gelisah,murung dan tak kokoh (negative).
5.      keterbukaan terhadap pengalaman
suatu dimensi kepribadian yang emncirikan seseorang yang imajinatif, secara artistic peka dan intelektual.

E.   GAYA HIDUP
Gaya hidup merupakan sebuah penggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku.Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Adler (dalam Hall & Lindzey, 1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkan Sarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah konsep diri.
Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Ada orang yang senang mencari hiburan bersama kawan-kawannya, ada yang senang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan kativitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang.

F.    NILAI DAN GAYA HIDUP
Nilai memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat karena nilai sendiri merupakan ukuran mengenai baik dan buruk, benar dan salah, pantas dan tak pantas. Nilai sangat mencerminkan suatu kualitas pilihan dalam tindakan dalam hal apapun termasuk melakukan pembelian.
Gaya hidup adalah cara hidup, yang diidentifikasi melalui aktivitas seseorang, minat, dan pendapat seseorang. Mowen dan Minor menyatakan bahwa penting bagi pemasar untuk melakukan segmentasi pasar dengan mengidentifikasi gaya hidup melalui pola perilaku pembelian produk yang konsisten, penggunaan waktu konsumen, dan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas. Mowen dan Minor juga menegaskan bahwa gaya hidup merujuk pada bagaimana orang hidup, bagaimana mereka membelanjakan uangnya, dan bagaimana mereka mengalokasikan waktu mereka. Hal ini dinilai dengan bertanya kepada konsumen tentang aktivitas, minat, dan opini mereka, gaya hidup berhubungan dengan tindakan nyata dan pembelian yang dilakukan konsumen sendiri.

G.  MENGGUNAKAN KARAKTERISTIK GAYA HIDUP DALAM STRATEGI PEMASARAN
1.      Faktor-faktor Budaya
Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.

2.      Faktor-faktor Sosial.
Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
Keluarga.
Peran dan Status. ( Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.

3.      Faktor-faktor Pribadi
ü  Umur dan Tata Siklus Hidup,
ü  Pekerjaan.
ü  Situasi Ekonomi.
ü  Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
ü  Kepribadian dan Konsep Diri. ( Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).
4.      Faktor-faktor Psikologis
-          Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
-          Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
-          Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
-          Keyakinan dan Sikap, ( keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide ).

SUMBER:


PERSEPSI KONSUMEN

A.  STIMULI PEMASARAN DA PERSEPSI KONSUMEN
1.    Stimuli pemasaran adalah setiap komunikasi / stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi konsumen. Produk & komponennya (kemasan, isi, ciri fisik) adalah stimuli utama. Komunikasi yang didesain untuk mempengaruhi konsumen adalah stimuli tambahan yg mempresentasikan produk (kata-kata, gambar, & simbol) atau melalui stimuli lain seperti harga, tempat penjualan & sales.
2.    Stimuli lingkungan adalah stimuli fisik yg didesain untuk mempengaruhi keadaan lingkungan. Faktor kunci yg menentukan persepsi konsumen :
a.    Karakteristik stimulus yang mempengaruhi persepsi : elemen indera & structural.
b.    Kemampuan konsumen untuk mendeteksi perbedaan dalam suara, cahaya, bau dan stimuli lainnya.

B.  KARAKTERISTIK STIMULUS YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
Terdapat 2 (dua) karakteristik stimulus yang mempengaruhi persepsi:
1.       Sensory mempengaruhi bagaimana suatu produk dirasakan, meliputi faktor : warna, bau, rasa.
2.       Faktor struktural meliputi ukuran iklan, posisi penempatan iklan, warna dan kontras.

C.   KARAKTERISTIK KONSUMEN YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
Terdapat 5 (lima) karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi, yaitu:
1.      Membedakan stimulus : apakah konsumen bisa merasakan perbedaan antara dua atau lebih stimuli. Apakah konsumen merasakan perbedaan merk berdasarkan rasa, perbaan, harga & bentuk kemasan produk ? Kenyataannya banyak konsumen yang bisa membedakan merk produk berdasarkan rasa, tapi ada juga yang tidak bisa. sehingga pemasar sering menggunakan iklan agar konsumen mampu membedakan merk.
2.      Tiingkat ambang batas (Threshold level). Kemampuan konsumen utk mendeteksi perbedaan suara, cahaya, bau dll ditentukan oleh tingkat ambang batas, meliputi :
-       Absolute threshold adalah jumlah rangsangan minimum yg dapat dideteksi oleh indera.
-       Differential threshold adalah kemampuan sistem indera untuk mendeteksi / membedakan antara dua stimuli. Ex : harga odol gigi yg belum pernah dibeli konsumen lebih murah 300 drpd harga odol gigi yg biasa dibelinya. Perbedaan harga 300 tdk mempengaruhi konsumen dlm mengubah pilihannya. Tp jk perbedaan harga 800 maka konsumen bersedia merubah pilihannya.
3.      Subliminal perception (persepsi bawah sadar) adalah kemampuan konsumen memberikan tanggapan terhadap stimulus yang berada di bawah kesadaran. Ex : ketika penonton bioskop sedang menikmati film tiba-tiba diberika dua pesan yg ditayangkan secara cepat sehingga penonton tidak menyadari adanya tayangan pesan tsb. Tapi, secara mengejutkan penjualan produk tersebut justru meningkat.
4.      Tingkat adaptasi terjadi jika konsumen tidak lagi memperhatikan stimulus yang berulang-ulang. Ex : ketika konsumen melihat iklan produk dengan diskon 20%, pertama kali konsumen akan tertarik, tapi jika iklan tersebut ditayangkan terus menerus & tidak ada perubahan tingkat potongan harga, konsumen sudah terbiasa & tidak memperhatikan iklan tersebut.
5.      Generalisasi stimulus terjadi jika konsumen melihat dua atau lebih stimulus yang mempunyai kesamaan (hubungan yang dekat) dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya, sehingga dapat disubstitusikan. Proses generalisasi sangat dihindari pemasar, karna pemasar berusaha mendiferensiasikan mereknya dengan merek lain. Di pihak lain, pemasar juga mengharapkan generalisasi ketika mereka ingin memperkenalkan produk baru, dengan harapan laku terjual seperti produk yang lama. Kebijakan ini dinamakan family branding. Ex : produsen sirup ABC memperkenalkan produk baru berupa kecap, sambal, saus, sarden.

D.  PROSES PERSEPSI
Persepsi seseorang tidaklah begitu saja, ada tahapan-tahapan atau proses tertentu yang harus dilalui oleh seseorang untuk bisa berpersepsi. Menurut Sunaryo (2004) persepsi melewati tiga proses, yaitu:
a.     Proses fisik (kealaman)
b.    Proses fisiologis
c.      Proses psikologis : proses dalam otak sehingga individu menyadari stimulus yang diterima.
Sejalan dengan hal itu Bimo Walgito (2002) mengemukakan proses-proses terjadinya persepsi:
a.    Suatu obyek atau sasaran menimbulkan stimulus, selanjutnya stimulus tersebut ditangkap oleh alat indera. Proses ini berlangsung secara alami dan berkaitan dengan segi fisik. Proses tersebut dinamakan proses kealaman.
b.    Stimulus suatu obyek yang diterima oleh alat indera, kemudian disalurkan ke otak melalui syaraf sensoris. Proses pentransferan stimulus ke otak disebut proses psikologis, yaitu berfungsinya alat indera secara normal.
c.    Otak selanjutnya memproses stimulus hingga individu menyadari obyek yang diterima oleh alat inderanya. Proses ini juga disebut proses psikologis. Dalam hal ini terjadilah adanya proses persepsi yaitu suatu proses di mana individu mengetahui dan menyadari suatu obyek berdasarkan stimulus yang mengenai alat inderanya.
Kemudian secara lebih detail Gibson (1990) berpendapat mengenai proses terjadinya persepsi yaitu mencakup penerimaan stimulus (inputs),pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap.

E.   PERAN EKSPEKTASI PADA PERSEPSI
Ekspektasi bisa mengubah persepsi individu dimana individu tersebut bisa melihat apa yang mereka harapkan dari apa yang terjadi sekarang.

F.   SEMIOTIS
Keller memandang komunikasi sebagai tindakan-tindakan, meliputi tindakan memproduksi sesuatu yang dapat diterima oleh akal manusia, dengan tujuan untuk membawa manusia lainnya kepada suatu penarikan kesimpulan dari suatu interpretasi. Dalam hal ini, Keller menyatakan bahwa komunikasi merupakan suatu guessing game. Kemampuan untuk menyediakan model-model interpretatif bagi mitra tutur untuk “menebak” tujuan komunikasi disebut Keller sebagai kompetensi semiotis (semiotic competence). Sedangkan pengetahuan yang mendasari kompetensi semiotis disebutnya sebagai pengetahuan semiotis (semiotic knowledge). Kompetensi semiotis dan pengetahuan semiotis adalah kebutuhan logis dari sebuah kompetensi bahasa. Melalui kemampuan kita untuk menggunakan persepsi secara interpretatif, serta kemampuan kita untuk menggunakan kemampuan tersebut untuk tujuan komunikasi, tanda-tanda bahasa muncul secara spontan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa bahasa merupakan hasil dari penggunaan pengetahuan semiotis yang dimiliki oleh seseorang, untuk mempengaruhi mitra tuturnya (Keller, 1998: x).

G.  INFERENSI PERSEPTUAL
Perseptual adalah kemampuan memahami dan menginterpresentasikan informasi sensori atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna yang diterima oleh panca indera. Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar.

H.  IMPLIKASI PEMASARAN DAN INFERENSI PERSEPTUAL
·        Konsumen cenderung membentuk citra terhadap merek, toko, dan perusahaan didasarkan pada inferensi mereka yg diperoleh dr stimuli pemasaran & lingkungan.
·        Citra : total persepsi trhdp suatu objek, yg dibentuk dgn memproses informasi dr berbagai sumber setiap waktu.
·        Pemasar harus secara konstan mencoba mempengaruhi citra konsumen.

SUMBER: