Kamis, 01 Mei 2014

Tugas 4 Bahasa Indonesia 2

TEORI TENTANG PROPOSAL (ILMIAH DAN SEMI ILMIAH)

1.     Pengertian Proposal
Proposal adalah sebuah tulisan yang menjabarkan tentang suatu tujuan kegiatan yang ditujukan kepada pihak tertentu. Proposal diharapkan dapat member informasi yang detail tentang suatu kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuan proposal adalah untuk dapat memperoleh bantuan dana, memperoleh dukungan atau sponsor dan memperoleh perizinan.

2.    Syarat Penyusunan Proposal
Dalam menyusun sebuah proposal, diperlukan hal-hal berikut ini:
a.       Memiliki struktur dan logika yang jelas.
b.      Hasil kegiatan itu terstruktur.
c.       Merumuskan jenis kegiatan secara inovatif, terperinci dan betul-betul dapat dikerjakan.
d.      Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada.

3.    Jenis-jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dibedakan menjadi 3, yaitu:
a.       Proposal Formal, terdiri atas tiga bagian yaitu:
1)       Bagian pendahuluan yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, kata pegantar, ikthisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.
2)      Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, batasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar, metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitian), keuntungan dan kerugian, waktu dan biaya.
3)      Bagian penutup, yaitu berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya

b.      Proposal Semiformal
c.       Proposal Nonformal

4.   Sistematika Proposal
a.       Proposal Penelitian, terdiri atas:
-          Dasar pemikiran
-          Rumusan masalah
-          Tujuan penelitian
-          Asumsi
-          Hipotesis
-          Metode penelitian
-          Lokasi dan sampel penelitian
-          Jadwal penelitian
-          Personalia penelitian
-          Biaya penelitian
-          Pustaka acuan
b.      Proposal Kegiatan Kemasyarakatan
-          Nama kegiatan
-          Latar belakang
-          Tujuan
-          Jenis-jenis kegiatan
-          Panitia pelaksana
-          Waktu dan tempat pelaksana
-          Jadwal kegiatan
-          Biaya

5.    Susunan Proposal
a.       Halaman Judul, berisi nama kegiatan dan waktu penyelengaraan kegiatan.
b.      Latar Belakang, berisi alasan “mengapa” kegiatan tersebut dilaksanakan.
c.       Tujuan Kegiatan, berisi alasan “untuk apa” kegiatan tersebut dilaksanakan.
d.      Nama dan Tema Kegiatan.
e.       Bentuk Kegiatan.
f.       Peserta, berisi keterangan tentang “siapa” yang ikut dalam kegiatan tersebut.
g.      Penyelenggara.
h.      Jadwal dan Lokasi Kegiatan, berisi keterangan “kapan dan dimana” kegiatan tersebut dilaksanakan.
i.        Susunan Acara, merupakan uraian dari saat dimulai sampai selesainya kegiatan tersebut.
j.        Susunan Panitia.
k.      Rencana Anggaran, berisi rincian pemasukan, pengeluaran dan kebutuhan dana yang masih diperlukan.
l.        Penutup, berisi kalimat yang menyatakan harapan agar banyak pihak yang tertarik untuk mendukung kegiatan tersebut.
m.    Penawaran kerjasama (Sponsorship).


Sumber:
Haryanto.2013.”Contoh Proposal Kegiatan”.Dalam http://belajarpsikologi.com/contoh-proposal-kegiatan/.
Waloetz, Lutfhi.2012.”Contoh Proposal Kegiatan (Sistematika Penyusunan Proposal)”.Dalam http://terbaru-terbaik.blogspot.com/2012/11/contoh-proposal-kegiatan-sistematika.html.
Banyu Rani, Yulia.2011.”Proposal dan Laporan”. Dalam http://ranibanyu.blogspot.com/2011/03/proposal-dan-laporan-tugas-ii-bahasa.html.


Karangan Populer (Tulisan 3 B.indo 2)

Tips Mengatasi Rasa Ngantuk
Ngantuk merupakan salah satu reaksi yang dialami oleh seriap orang. Meskipun alami, rasa kantuk atau mengantuk pada tempat dan waktu yang tidak tepat akan menimbulkan sejumlah masalah, misalnya saat mengendarai mobil atau sepeda motor, atau saat bekerja dan saat di sekolah waktu guru sedang menerangkan. Ada beberapa factor yang menyebabkan rasa ngantuk baik pada saat sedang bekerja atau pada saat sedang mengendarai mobil atau sepeda motor.
1.      Kurang tidur
Masalah utama yang menyebabkan orang mengantuk adalah kurang tidur, bak karena pekerjaan atau karena alasan lain. Stress juga dapat menyebabkan kesulitan orang tidur di malam hari dan mengantuk di siang hari, serta berbagai masalah kesehatan seperti buang air kecil, refluks asam lambung dan nyeri dada.

2.      Kebiasaan tidur sembarangan
Manusia memiliki siklus yang mengatur kapan harus mengantuk dan kapan harus terjaga. Siklus ini biasa terganggu oleh kebiasaan tidur sembarangan atau tidak direncanakan, baik waktu, tempat dan suasana.

3.      Mendengkur
Jika anda perlu tidur selama 7-8 jam dalam sehari terpenuhi tapi masih merasa mengantuk, maka kemungkinan besar tidak tidur yang berkualitas. Kualitas tidur dapat dikurangi karena mendengkur.

4.      Efek sampan dari obat-obatan
Beberapa jenis obat alergi dan antidepresan memiliki efek samping mengantuk, sehingga tidak direkomenasikan untuk diambil saat mengemudi kendaaran bermotor atau menjalankan mesin. Tetapi jika ras kantuk menggangu aktivitas lainnya, konsultasikan dengan dokter anda untuk diganti dengan obat lain.
Tips Mengatasi Rasa Kantuk:
1.      Cukup Tidur
Ini adalah penyebab utama mengapa anda merasa mengantuk, bahkan bisa dibilang sangat mengantuk. Cobalah untuk tidur 8 jam sehari, dan biasakan untuk tidur pada pukul 9 malam, karena waktu optimal untuk tidur. Selain dapat menghilangkan rasa ngantuk, cukup tidur menurut penelitian dapat menghilangkan penyakit lain, seperti stress, tekanan darah tinggi dan lain-lain.

2.      Berolahraga kecil
Berolahraga kecil seperti senam-senam kecil, meregangkan otot yang kaku atau lari-lari kecil dapat menghilangkan rasa ngantuk.

3.      Makan Cemilan
Makan cemilan dapat megatasi rasa ngatuk di siang hari, namun perlu diingat untuk cara ini yaitu makanan yang harus anda makan adalah makanan sehat. Anda bisa makan makanan kecil seperti roti gandum, buah, atau yoguhrt.

4.      Mengobrol
Mengobrol dengan teman sekerja atau sekantor dengan anda dapat menghilangkan rasa kantuk. Ketika anda sedang asyik mengobrol, rasa kantuk itu dapat hilang sendiri.

5.      Cuci Muka
Cuci muka merupakan cara yang efektif. Agar lebih efektif, cobalah cuci muka dengan air dingin.

6.      Minum Kopi atau teh
The atau kopi terbukti dapat menghilangkan rasa kantuk karena mengandung kafein yang dapat merangsang otak Anda segar. Tapi ingat, jangan terlalu banyak minum kopi karena kopi terlalu banyak mungkin memiliki implikasi untuk berbagai penyakit lain, seperti perut.

7.      Minum segelas air putih
Ini dapat membantu anda segar kembali karena cairan dalam tubuh anda kembali normal. Usahakan untuk minum air putih murni 8 gelas perhari.

8.      Jalan-jalan keluar
Bekerja di dalam ruangan dengan cahaya lampu, monitor computer dan AC bisa membuat anda cepat merasa mengantuk. Untuk itu ada bisa berjalan-jalan keluar ruangan dan melihat pemandangan bau di luar ruangan. Ha tersebut akan membuat Anda lebih segar.

Demikian tips untuk mengatasi rasa ngantuk, semoga bermanfaat.

Sumber:
Google.2013.”Cara Mengatasi  Ngantuk Secara Alami”.Dalam http://sudut-bacaan.blogspot.com/2013/04/cara-mengatasi-ngantuk-secara-alami.html.

Google.2014.”Cara Menghilangkan Rasa Ngantuk”.Dalam http://www.situsonline.web.id/2014/01/cara-menghilangkan-rasa-ngantuk.html.

Tugas 3 Bahasa Indonesia 2

TEORI TENTANG PERBEDAAN KARANGAN

Pengertian
Karangan adalah sebuah karya tulis dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya dalam bentuk tulisan yang ditujukan kepada pembaca agar dapat dipahami.

Jenis-jenis Karangan
1.      Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang bertujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakn itu.

Cirri-ciri karangan Narasi:
·         Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
·         Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
·         Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
·         Latar (setting) digembarkan secara hidup dan terperinci.

Contoh karangan narasi:
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.

2.      Karangan Eksposisi
Karangan deskripsi adalah karangan yang yang memaparkan, menjelaskan dan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

Cirri-ciri karangan eksposisi
Ø  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
Ø  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi.
Ø  Tidak terdapat unsur memperngaruhi.
Ø  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
Ø  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.

Contoh karangan Eksposisi:
Nugget merupakan makanan yang dapat digunakan sebagai camilan atau lauk saat makan yang sangat disukai anak-anak. Nugget dapat disajikan sendiri oleh para ibu rumah tangga tnpa harus membeli di supermarket.
Bahan-bahan dalam membuat nugget:
-          500 gram daging ayam, giling/cincang halus.
-          Minyak goring
-          5 lembar roti goring tanpa pinggir.
-          Penyedap rasa ayamjika suka.
-          Air matang.
-          1 sdt garam.
-          2 butir telur.
-          ½ sdt lada bubuk.
-          5 siung bawang putih, haluskan.
-          2 butir telur, kocok lepas.
-          150 gr tepung roti.
Langkah dalam membuat Nugget :
Pertama, Rendam roti tawar dalam air hingga lunak lalu peras dan campur dengan daging ayam, bawang putih halus, bumbu dan telur. Aduk hingga rata.
Kedua, Olesi loyang dengan minyak goreng, lalu masukkan adonan tersebut secara merata ke dalam loyang.
Ketiga, Kukus adonan selama 20 menit lalu angkat dan tunggu hingga dingin.
Keempat, Setelah adonan cukup dingin, potong dengan bentuk sesuai selera dan elupkan ke dalam telur lalu gulingkan ke dalam tepung roti.
Simpan nugget ayam yang telah anda buat dalam freezer. Saat akan disajikan, goreng nugget menggunakan minyak goreng yang telah dipanaskan hingga kuning keemasan.

3.      Karangan Deskripsi
Karangan Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan dalam karangan tersebut.

Ciri-ciri Karangan deskripsi:
ü  Melukiskan atau menggambarkan objek tertentu
ü  Bertujuan untuk menciptakan kesan pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
ü  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan.
ü  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metoderealistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.

Contoh Karangan Deskripsi:
Sore itu aku sedang duduk santai di dalam café milikku yang baru dibuka. Café Colapoo adalah impianku selama kuliah di jurusan Manajemen dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan sebuah café dikota kelahiranku.
Café ini cukup luas, meja dan kursi tersusun rapi dengan penuh warna-warni yang menggambarkan kecerian. Pandangan ku tertuju pada foto-foto yang berada dipojok ruangan. Foto-foto yang tepajang itu adalah foto semasa kuliah bersama teman-temanku, yang mengingatkanku akan semangat untuk menggapai impian masing-masing. Aku memandangi secara keseluruhan café ini, begitu indah dan menyenangkan.

4.      Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca menyakani kebenaran itu.
Cirri-ciri karangan argumentasi:
·         Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
·         Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
·         Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
·         Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
·         Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.

Contoh karangan Argumentasi:
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanamanbagi para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan niali rupiah yang baik bagi petani.

5.      Karangan Persuasi
Karangan Perusasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca dengan mengungkapkan ide, pendapat atau gagasan penulis disertai dengan bukti dan fakta.

Ciri-ciri paragraph persuasi:
Ø  Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
Ø  Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
Ø  Persuasi memerlukan fakta dan data.
Ø  Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak  hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.

Contoh Paragraf Persuasi:
Indonesia merupakan negara yang memiliki kebudayaan yang menjadi cirri khas indonesia. Sebagai warga indonesia, sudah selayaknya kita dapat menjaga kebudayaan kita. Karena sebagian kita sudah melupakan budayanya sendiri. Hal ini disebabkan karna factor globalisasi yang menyebabkan budaya asing berkembang di indonesia dan kecendrungan masyarakt indonesia lebih menyukai budaya asing tersebut. Kita sebagai generasi muda sudah sepatutnya menjaga dan mencintai budaya kita, supaya budaya indonesia dapat dilestarikan atau diturunkan kepada anak cucu kita.


SUMBER:
Google.2013.”Karangan”.Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan.
Winata, Rocky.2013.” Contoh Karangan Deskripsi, Narasi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi”.Dalam http://rockywinata.wordpress.com/2013/05/12/contoh-karangan-lengkap-deskripsi-narasi-eksposisi-argumentasi-dan-persuasi-paling-bagus-menarik-terbaru/.

Google.2013.” Kumpulan Contoh Karangan Narasi Lengkap”.Dalam http://bersasi.blogspot.com/2013/06/kumpulan-contoh-karangan-narasi-lengkap.html.

Octaviani Putri, Sendy.2013.” Jenis Karangan, Ciri-Ciri, Persamaan dan Perbedaan”.Dalam http://sendylicious.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-karangan-ciri-persamaan.html.


 


Rabu, 02 April 2014

tulisan ke-2 bahasa indonesia

Pemakaian Metode Ilmiah untuk Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Ilmiah

A.      Pengertian Metode Ilmiah
Metode merupakan prosedur atau cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk mempermudah memecahkan masalah secara teratur, sistematis,dan ilmiah adalah sesuatu keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara alami berdasarkan bukti fisis.

Metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode ilmiah dapat dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimabangan-pertimbangan logis.

Adapun tujuan dari Metode ilmiah adalah:
1.      Mengetahui tata cara penulisan ilmiah.
2.      Meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis.
3.      Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah.
4.      Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.

Sedangkan langkah-langkah menyusun metode ilmiah adalah:
a.       Perumusan Masalah
b.      Penyusunan kerangka Ilmiah
c.       Perumusan Hipotesa
d.      Pengujian Hipotesa
e.       Penarikan Kesimpulan

Kriteria Metode Ilmiah
1.      Berdasarkan Fakta
2.      Bebas Dari Prasangka
3.      Menggunakan Prinsip Analisa
4.      Menggunakan Hipotesa
5.      Menggunakan  Ukuran Obyektif

B.      Pertanyaan Ilmiah
Pertanyaan ilmiah adalah rasa ingin tahu seseorang akan sebuah informasi yang berdasarkan atau dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang sudah ada. Jadi pertanyaan ilmiah haruslah berdasarkan pengetahuan yang sudah ada,  bukan sembarangan pertannyaan tanpa landasan fakta atau ilmu.

Pada hakikatnya pertanyaan penelitian dirumuskan dengan melihat kesenjangan yang terjadi antara:
1.      Apa yang seharusnya terjadi (prescriptive) dan yang sebenarnya terjadi (descriptive)
2.      Apa yang diperlukan (what is needed) dan apa yang tersedia (what is available)
3.      Apa yang diharapkan (what is expected) dan apa yang dicapai (what is achieved)

Pertanyaan penelitian selalu diawali dengan munculnya masalah yang sering disebut sebagai fenomena atau gejala tertentu. Tetapi tidak semua masalah bisa diajukan sebagai masalah penelitian. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar bisa diangkat sebagai masalah penelitian. Berdasarkan kajian referensi buku-buku metodologi peneltian, setidaknya terdapat tujuh syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
1)    Tersedia data atau informasi untuk menjawabnya,
2)    Data atau informasi tersebut diperoleh melalui metode ilmiah, seperti wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, partisipasi, dan evaluasi/tes,
3)    Memenuhi persyaratan orisinalitas, diketahui melalui pemetaan penelitian terdahulu (state of the arts),
4)    Memberikan sumbangan teoretik yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
5)    Menyangkut isu kontroversial dan unik yang sedang hangat  terjadi,
6)    Masalah tersebut memerlukan jawaban serta pemecahan segera, tetapi jawabannya belum diketahui masyarakat luas, dan
7)    Masalah itu diajukan dalam  batas  minat  (bidang studi) dan kemampuan peneliti.
  
Untuk mencapai maksud tersebut di atas, peneliti perlu melakukan pertanyaan reflektif sebagai pemandu. Menurut Raco (2010: 98-99), ada beberapa pertanyaan awal untuk dijawab sebagai berikut:
1)    Mengapa masalah tersebut penting untuk diangkat,
2)    Bagaimana kondisi sosial di sekitar peristiwa, fakta atau gejala yang akan  diteliti,
3)    Proses apa yang sebenarnya terjadi di sekitar peristiwa  tersebut,
4)    Perkembanghan atau pergeseran apa yang sedang berlangsung pada waktu peristiwa terjadi, dan
5)    Apa manfaat penelitian tersebut baik bagi pengembangan ilmu pengetahun dan masyarakat secara luas di masa yang akan datang.

C.      Pemakaian Metode Ilmiah Untuk Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Ilmiah
Metode ilmiah digunakan dalam menjawab pertanyaan ilmiah, karena pertanyaan ilmiah merupakan pertanyaan yang didasari oleh ilmu pengetahuan dan membutuhkan jawaban ilmiah. Untuk menjawab pertanyaan yang bersifat ilmiah, diperlukan proses penelitian dengan menggunakan metode-metode yang bersifat ilmiah, yang tidak lepas dari adanya pencarian masalah yang sedang up to date, peneliti harus membatasi cakupan dari masalah yang hendak diteliti. Mengumpulkan teori-teori pendukung untuk menjadi landasan teori dari masalah yang hendak diteliti. Merumuskan hipotesis atau pendugaan sementara tentang hasil yang diinginkan. Mengumpulkan data-data yang hendak diteliti agar penelitian tepat dalam mengukur masalah. Pengujian hipotesis yang didapat dari data yang telah dikumpulkan. Lalu peneliti dapat menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukannya.

SUMBER:
Bintang, Andi.2013.”Pengertian Metode Ilmiah”.Dalam http://andibintang.blogspot.com/2013/04/pengertian-metode-ilmiah.html .
Albert.2013.”Apa itu Pengertian Metode Ilmiah”.Dalam http://albertstu16.blogspot.com/2013/04/apa-itu-pengertian-metode-ilmiah.html .
Rahardjo, Mudjia.2011.”Merumuskan Pertanyaan Penelitian (Bahan Kuliah Metodologi Penelitian Program S2 MPI)”.Dalam http://mudjiarahardjo.uin-malang.ac.id/materi-kuliah/283-merumuskan-pertanyaan-penelitian.html.
Salasa, Nadillah.2014.”Pemakaian  Metode Ilmiah dalam Menjawab Pertanyaan Ilmiah”.Dalam http://dillahsalasa.blogspot.com/2014/03/pemakaian-metode-ilmiah-dalam-menjawab.html .