Jumat, 23 Desember 2011

SEGMENTASI PASAR, PENENTUAN SASARAN PASAR DAN PEMOSISIAN

Inti pemasaran strategi modern terdiri atas tiga langkah pokok,yaitu:

Sumber :Kotler, P. (1994), Marketing Management: Analysis, planning,Implementation, and control, 8th ed. Englewood Cliffs, N. J. : Prentice-Hall International, Inc. , p. 265.

1. SEGMENTASI PASAR
Langkah pertama dari inti pemasaran strategi modern adalah segmentasi pasar. Segmentasi adalah mengidenfikasikan dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran tersendiri.
Pada dasarnya segmentasi pasar adalah proses membagi pasar kesseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen kedalam beberapa segmen, dimana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek.
Langkah-langkah dari proses segmentasi pasar:


Proses segmentasi
Sumber: Payne, A. (1993), The Essence of Services Marketing. New York: Prentice Hall, p. 70.
Dengan cara ini perusahaan mampu menyediakan produk dan bauran pemasaran yang lebih ‘sesuai’ untuk bagian yang relatif homogen dari pasar keseluruhan. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat menghasilkan kesesuaianyang lebih baik antara apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang diharapkan pasar.
Segmentasi pasar memiliki tiga macam pola yang berbeda, yaitu:
a.    Preferensi Homogen
Dalam pola ini, semua pelanggan secara kasar memiliki preferensi yang sama, pasar tidak menunjukkan segmen alami.
b.    Preferensi Tersebar
Dalam pola ini, preferensi pelanggan sangat beranekaragam dan berbeda-beda.
c.    Preferensi Terkelompok-kelompok
Pada pola ini, pasar dapat menunjukkan kelompok-kelompok preferensi yang terpisah-pisah, yang disebut segmen pasar alami.
Untuk mengidenfikasi segmen utama dalam suatu pasar dibutuhkan suatu prosedur yang terdiri atas tiga tahap berikut:
a)    Tahap Survai
Perusahaan melakukan wawancara ekspolatoris dan focus group untuk memeperoleh masukan mengenai motivasi, sikap, dan perilaku konsumen. Dengan memanfaatkan temuan ini, periset menyiapkan kuesioner formal untuk mengumpulkan data mengenai:
·         Atribut-atribut dan peringkat kepentingannya
·         Kesadaran merek dan peringkat merek
·         Pola penggunaan produk
·         Sikap terhadap kategori produk
·         Demografis, psikografis, dan mediagrafis dari responden
b)   Tahap Analisis
Perusahaan menggunakan analisis faktorial pada data untuk membuang variabel yang berkolerasi tinggi.kemudian perusahaan menggunakan analisis kluster untuk melakukan penetapan sejumlah tertentu segmen-segmen yang saling berbeda satu sama lain.
c)    Tahap Pembentukan
Masing-masing kluster sekarang dibentuk dengan persyaratan perbedaan sikap, perilaku, demografis, dan kebiasaan konkrsumsi, media mereka. Setiap segmen dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat dominan yang membedakan.

2.  KRITERIA SEGMENTASI
Adapun kriteria segmentasi pasar adalah sebagai berikut:
1)    Dapat Diukur (measurable)
Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur.variabel segmentasi tertentu memang sulit untuk diukur, misalnya segmen perokok remaja yang merokok terutama untuk memberontak keluarganya.
2)   Besar (substantial)
Segmen harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Suatu segmen harus merupakan nilai kelompok homogen terbesar yang memungkinkan, yang dicari oleh program pemasaran yang dibuat khusus untuk mereka.
3)   Dapat Dijangkau (accessible)
Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif. Misalnya perusahaan parfum menemukan bahwa berat mereknya adalah wanita lajang yang bekerja sampai larut malam dan yang sering pergi ke bar. Jika wanita-wanita ini tidak ditinggal atau berbelanja pada tempat-tempat tertentu dan tidak disorot oleh media tertentu, maka mereka akan sulit dijangkau.
4)   Dapat Dibedakan (differentiable)
Segmen-segmen dapat dipisah-pisahkan secara konseptual dan memeberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur-unsur dan program-program bauran pemasaran yang berlainan. Jika wanita yang telah menikah dan belum menikah memeberikan tanggapan yang sama dalam pembalian alat-alat atau produk kosmetik, maka mereka bukan segmen yang berbeda.
5)   Dapat Diambil Tindakan (actionable)
Memeberikan program-program yang efektif untuk menarik segmen-segmen yang bersangkutan. Misalnya sebuah perusahaan penerbangan mengidenfikasikan delapan segmen pasar, maka sebagai konsekuensinya, perusahaan harus dapat menyediakan sumber daya yang memadai agar sanggup mengembangkan program pemasaran yang terpisah untuk setiap segmen tersebut.

3. Persyaratan Untuk Melakukan Segmentasi pasar yang Efektif
Dalam melakukan persyaratan ada 3 faktor yang harus dilakukan, yaitu:
*      Ukuran Dan Pertumbuhan Segmen
Dalam hal ini, perusahaan harus dapat menentukan apakah suatu segmen potensial memiliki suatu karakteristik dan pertumbuhan yang tepat. Hal ini memang bersifat relatif dan tergantung kepada masing-masing perusahaan. Setiap perusahaan ingin mendapatkan laba yang besar dan pertumbuhan penjualan yang tinggi pada segmennya. Namun, perusahaan besar sering mengabaikan segmen yang kecil dan perusahaan yang kecil sering mengabaikan atau menghindari segmen yang besar.

*      Daya Tarik Struktur Segmen


Gambar Lima Kekuatan Yang Menentukan Daya Tarik Struktural Segmen Pasar
Sumber: Porter, M. E. (1980), Competitive Strategy. New York: The Free Press, p. 4
Gambar tersebut dapat digunakan untuk menetukan daya tarik jangka panjang intrinsik suatu pasar secara keseluruhan maupun setiap segmen didalamnya. Setiap perusahaan perlu menilai damapk profitabilitas jangka panjang dari kekuatan yang ada, yaitu perusahaan lain dalam industri yang sama, pemasok, pembeli, pendatang baru potensial, dan produk subtitusi.

*      Tujuan Dan Sumber Daya Perusahaaan
Sebuah perusahaan harus memiliki tujuan perusahaan sebagai pelengkap dua kriteria tersebut.

4. Penentuan Pasar Sasaran
Penentuan pasar sasaran adalah suatu tindakan yang dilakukan perusahaan untuk memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki atau dilayani.

5. Penentuan posisi produk (positioning)
Merupakan strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran, sehingga terbentuk citra atau image merek atau produk yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing.

6. Strategi Penentuan Posisi Produk
Ada tujuh pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning produk, yaitu:
a.    Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan. Contohnya pasta gigi pepsodent yang memiliki banyak variasi yang dapat mengatasi gigi berlubang, gigi sensitif dan menjadikan gigi menjadi lebih putih. Pemilihan atribut harus didasarkan pada kriteria sebagai berikut:
ü  Importance artinya atribut sangat bernilai disebagian besar mata masyarakat.
ü  Keunikan (distinctiveness), artinya atribut tersebut tidak ditawarkan oleh perusahaan lain.
ü  Superioritas, artinya atribut tersebut lebih unggul datipada cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama
ü  Dapat dikomunikasikan, artinya atribut tersebut dapat dipahami oleh pelanggan karena dikomunikasikan secara sederhana
ü  Preemptive, artinya atribut tersebut tidak mudah untuk ditiru.
ü  Terjangkau, artinya pelanggan sasaran bersedia membayar perbedaan keunikan atribut tersebut.
ü  Profitability, artinya perusahaan bisa memperoleh tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan tersebut.
b.    Positioning berdasarkan harga dan kualitas, yaitu positioning yang berusaha menciptakan kesan yang berkualitas tinggi lewat harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagsi indokator nilai. Contohnya komputer buatan taiwan bermerek acer diposisikan sebagai produk inovatif berharga murah.
c.    Positioning yang dilandasi aspek penggunaan atau aplikasi. Misalnya yogurt diposisikan sebagai minuman yang menyehatkan.
d.    Positioning berdasarkan pemakai produk, yaitu mengaitkan produk dengan kepribadian atau tipe pemakai.
e.    Positioning berdasarkan kelas produk tertentu,misalnya permen kopiko yang diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen.
f.    Positioning berkenaan dengan pesaing, yaitu dikaitkan terhadap posisi pesaing utama.
g.    Positioning berdasarkanmanfaat, misalnya kamera Nikon’s Lite-Touch memungkinkan pengambilan gambar standar dan panoramis dalam rol film yang sama, sehingga memberikan manfaat kenyamanan dan kemampuan yang beraneka ragam.
Kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan. Jaring-jaring persepsi di antara perusahaan, pesaing, dan pelanggan dapat ditunjukkan dalam gambar sebagai berikut:


Sumber: Payne, A. (1993), The Essence of Service Marketing. New York: Prentice Hall, p. 116
Adapun tujuan pokok strategi positioning adalah:
1.     Untuk memposisikan produk di pasar sehingga produk tersebut berbeda dengan merek-merek yang bersaing.
2.    Untuk memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal pokok kepada para pelanggan.
Agar strategi penempatan produk dapat dilakukan dengan sukses, maka pemanfaatan variabel-variabel bauran pemasaran perlu dioptimalkan, khususnya aspek desain dan komunikasi.


SUMBER:BUKU STRATEGI PEMASARAN EDISI II, FANDY TJIPTONO. PENERBIT ANDI YOGYAKARTA.

Minggu, 18 Desember 2011

KEBUDAYAAN NASIONAL


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari budhhi yang berarti akal atau budi. Kebudayaan terbagi dua yaitu kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional.
1.    Kebudayaan Daerah
Adalah Kebudayaan yang berasal dari suatu daerah yang diwariskan secara turun-menurun dari nenek moyang atau generasi terdahulu kegenerasi berikutnya yang hanya berada dalam daerah tersebut.
Contoh: kebudayaan peternak, kebudayaan nelayan, kebudayaan peladang, kebudayaanpetani kedesaan,dll.
2.    Kebudayaan Nasional
2.1.            Pengertian kebudayaan Nasional
 Adalah kebudayaan yang menjadi kebiasaan atau ciri khas suatu negara yang berasal dari pencampuran atau akulturasi dari budaya daerah yang terdapat di negara tersebut.

2.2.            Unsur-unsur  Yang Melandasi Kebudayaan Nasional
*      Adat-istiadat
Adalahkebiasaan yang ada disuatu masyarakat. Contohnya di daerah toba atau batak adalah mangulosi.
*      Kebudayaan yang kental
Adalah kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan atau diubah kedalam kebudayaan modern karena sudah ditanamkan sejak kecil.
*      Bahasa
Adalah sebagai alat komunikasi. Setipa daerah atau negara memiliki perbedaan bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh setiap daerah tersebut.

2.3.            Hasil Sintesa Unsur-Unsur kebudayaan.
a.       Wujud
Adalah kumpulan kebudayaan yang berdasarkan ide ataupun gagasan.
b.       Aktivitas
Disebut juga dengan sistem sosial adalah suatu aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi.
c.       Karya
Adalah hasil kebudayaan fisik yang berasasl dari aktivitas masyarakat.
d.       Kebudayaan material
Adalah kebudayaan yang mengacu pada semua hasil ciptaan manusia.
2.4.            Sikap kaum kuno terhadap Kebudayaan
Susahnya kaum kuno untuk menerima bahkan mungkin menolak budaya asing dan meninggalkan budaya mereka.
Contoh:

-       suku dayak



-       suku papua
-       suku baduy

-       suku aborigin


2.5.            Sikap Kaum Modern Terhadap kebudayaan
Mau menerima kebudayaan asing bahkan menjadikan kebudayaan itu menjadi kebiasaan nya dan meninggalkan kebudayaan nya sendiri tetapi ada juga yang memperkenalkan kebudayaan nya kepada negara-negara lain. Contoh:
-       suku batak
-       suku melayu
-       suku betawi
-       suku bugis

2.6.            Pengaruh Positif budaya Asing terhadap kebudayaan Nasional
a.       Perubahan Sikap
Yaitu mengubah sikap masyarakat yang irasional menjadi rsional.
b.       Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Contoh dari berkembangnya ilmu pengetahuan  dari budaya asing terhadap kebudayaan nasional adalah seni tari atau zaman sekarang disebut dance. Disini anak-anak indonesia dapat mengembangkan bakat nya. Contoh lain yaitu big-box.
Contoh dari teknologi adalah internet dengan adanya internet dapat memudahkan kita dalam aktivitas.
c.       Taraf Hidup yang baik
Yaitu dengan adanya industri yang memproduksi alat-alat yang canggih sehingga dapat mengurangi penganguran.

2.7.            Pengaruh Negatif Budaya Asing terhadap Kebudayaan Nasional
a.       Pola Hidup yang kebarat-baratan.
Contonya: clubbing, berpakaian mini, bahkan berciuman ditempat umum.
b.       Kesenjangan nasional
Yaitu adanya perbedaan sosial yang ada di masyarakat tersebut.
c.       Sikap individualistik
Yaitu sikap seseorang yang tidak memebutuhkan orang lain karena kemajuan teknologi yang semakin pesat.
d.       Pola hidup konsumtif
Masyarakat mudah tertarik untuk mengkonsumsi barang yang banyak pilihannya.

2.8.            Tantangan Pengembangan Kebudayaan Nasional
Budaya adalah elemen potensial yang mampu mendukung kekuatan nasional di sebuah negara. Jadi, mereka harus dikelola sehingga mereka akan memberikan manfaat maksimal bagi rakyat dan negara. Dalam era globalisasi ini, negara harus mengantisipasi tindakan dunia terutama pada ilmu pengetahuan danteknologimeningkat. Selanjutnya, kadang-kadang membawa dampak negatif globalisasi.Dengan demikian, bangsa harus melestarikan budaya sendiri. Selain itu, internet adalah salah satu produk ilmu pengetahuan dan teknologi yang penggunaannyaburuk dapat mempengaruhi pemuda. Hal ini karena mereka masih lapar informasi,mencoba mencari makna hidup mereka dan identitas. Selain itu, mereka juga masihmengejar aspirasi untuk masa depan mereka. Oleh karena itu, baik pemerintah lokal dan negara bagian bergabung dengan yang lain berbagai tingkat lembaga harus melindungi budaya nasional agar tidak diklaim oleh negara lain.

SUMBER:

Senin, 28 November 2011

STRATEGI PROMOSI DAN PERIKLANAN


a.   PENGERTIAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan sebagai penentu keberhasilan suatu produk. Jika, promosi tidak dilakukan maka konsumen tidak yakin bahwa produk itu berguna bagi mereka.
Komunikasi Pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha untuk menyebarkan informasi, membujuk, atau mengingatkan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Gambar Model Komunikasi

Ada tiga unsur pokok dalam struktur proses komunikasi pemasaran berdasarkan gambar komunikasi pemasaran, yaitu:
1.    Pelaku Komunikasi
Terdiri atas pengirim (sender) atau komunikator yang menyampaikan pesan dan penerima (receiver) atau komunikan pesan. Dalam hal ini, yang berperan sebagai komunikator adalah produsen atau perusahaan, sedangkan komunikannya adalah khalayak, seperti pasar pribadi, pasar organisasi, maupun masyarakat umum.
2.    Material komunikasi
a)    Gagasan, yaitu materi pokok yang hendak disampaikan pengirim.
b)    Pesan, yaitu himpunan dari beberapa simbol darin suatu gagasan.
c)    Media, yaitu pembawa pesan komunikasi. Contohnya tv, radio, majalah, tenaga ahli profesional, dll.
d)    Response, yakni reaksi pemahaman atas pesan yang diterima oleh si penerima
e)    Feed-back yaitu umpan balik atas pesan dari sebagian ataupun keseluruhan respon yang dikirim kembali oleh penerima.
f)     Gangguan, yaitu segala sesuatu yang dapat menghambat kelancaran proses komunikasi. Seperti, masalah bahasa,gangguan fisik, perbedaab budaya, efek status, dan ketiadaan feed-back.
3.    Proses Komunikasi
Proses penyampaian pesan maupun pengiriman kembali respon yang memerlukan dua kegiatan, yaitu:
-       Encoding adalah proses yang mengubah gagasan secara simbolik menjadi suatu pesan untuk disampaikan kepada penerima.
-       Decoding adalah proses untuk mengartikan simbol sehingga pesan yang diterima dapat dipahami.


b.   PENTINGNYA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi efektif  terjadi ketika ada aliran informasi dua arah yaitu antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama mendapatkan respon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut yaitu komunikator dan komuniakan. Komunikasi tidak selalu berlangsung secara efektif karena dalam proses komunikasi seringkali ditemukan adanya gangguan (noise) yang disebabkan oleh berita yang disampaikan tidak jelas sehingga penerima pesan mengartikannya tidak secara lengkap dan menyeluruh, masalah bahasa, ganggaun fisik, dan gangguan yang lainnya. Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan efektif karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama, tetapi memiliki arti yang berbeda, atau menggunakan kata yang berbeda dengan arti yang sama. Karena itulah, bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu akan mempengaruhi bagaimana proses komunikasi yang dilakukannya dengan orang lainnya.
Komunikasi yang efektif akan memberikan pemahaman bahwa proses komunikasi tidak hanya berupa penyampaian dan penerimaan komunikasi belaka, tetapi juga memiliki peran dan fungsi sebagai proses membangun hubungan antara pelaku komunikasi. Kualitas hubungan ini sangat ditentukan oleh setidaknya tiga aspek yaitu proses, manusia, dan informasi. Dengan demikian komunikasi juga digunakan untuk mengembangkan hubungan antar teman dan membangun kepercayaan antar individu dan pertemanan seseorang dalam organisasi. Komunikasi yaabelng efektif dalam konteks ini akan turut meningkatkan kualitas hidupmanusia.


c.   BAURAN PEMASARAN
Beberapa tugas promosi sering disebut juga bauran promosi. Adapun bauran promosi adalah sebagai berikut:
1)    Mass Selling, terdiri atas periklanan dan publisitas
2)    Personal Selling atau penjualan tatap muka
3)    Public Relations atau hubungan masyarakat
4)    Promosi penjualan
5)    Pemasaran Langsung atau Direct Marketing
Masing-masing bauran promosi tersebut dapat diterapkan dengan memanfaatkan berbagai alat yang tersaji dalam tabel.


1.    Periklanan
Iklan adalah bentuk komunikasi tidak lansung, yang berdasarkan informasi tentang keunggulan ataukeuntungann dari sebuah produk, yang disusun sedemikian rupa sehinnga menimbulakn rasa menyenangkan yang dapat mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Sifat-sifat iklan adalah sebagai berikut:
a.    Public presentation
Yang memungkinkam setiap orang dapat menerima pesan yang sama tentang produk yang di iklankan
b.    Pervasiveness
Pesan iklan tersebut dapat diulang-ulang untuk memantapkan penerimaan informasi
c.    Amplified Expressiveness
Iklan mampu untuk mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk mempengaruhi perasaan khalayak
d.    Impersonality
Iklan tidak memaksa khalayak untuk menanggapi dan memperhatikannya, karena merupakan komunikasi yang menolong

2.    Penjualan Tatap muka atau personal selling

Adalah komunikasi langsung (tatap muka)antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membantuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.
Sifat-sifat personal selling antara lain:
a.    Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
b.    Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari hubungan jaul beli sampaidengan suatu hubungan yang lebih akrab
c.    Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.
Kelebihan dari personal selling adalah memepunyai operasi yang lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya.
Fungsi dari aktivitas dari personal selling adalah:
1.    Prospecting, yaitu mencari pembali dan menjalin hubungan dengan calon pembeli.
2.    Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
3.    Communicating, yaitu memberi informasi tentang produk perusahaan terhadap pelanggan.
4.    Selling, yakni mendekati, mempresentasikan, mengatasi. penolakan,serta menjual produk kepada pelanggan.
5.    Servicing, yakni memberikan pelayanan kepada pelanggan.
6.    Information gathering, yaitu melakukan riset dan intelijen pasar.
7.    Allocating, yakni menentukan pelanggan yang akan dituju.

3.    Hubungan Masyarakat atau public relations
Merupakan upaya komunikasi yang menyeluruh dari perusahaan yang bertujuan untuk mempengaruhi opini, keyakinan, dan sikap dariberbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut.
Kegiatan-kegiatan hubungan masyarakat meliputi hal-hal berikut ini:
a.    Press Relations
Tujuan nya berhubungan dengan para pers adalah untuk memberikan informasi yang layak untuk dimuat disurat kabar agar dapat menarik perhatian publik terhadap seseorang, produk, jasa, atau organisasi.
b.    Product Publicity
Berupaya untuk mempublikasikan produk-produk tertentu.
c.    Corporate Communication
Kegiatan ini mencakup komunikasi internal maupun eksternal, serta mempromosikan pemahaman tentang organisasi.
d.    Lobbying
Merupakan usaha untuk bekerja sama dengan pembuat undang-undang dan pejabat pemerintah sehingga perusahaan mendapatkan informasi-informasi penting yang berharga. Bahkan kadangkala juga dimaksudkan untuk mepengaruhi keputusan yang akan diambil.
e.    Counseling
Untuk memberi saran dan pedapat kepada manajemen mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan publik dan mengenai posisi dan citra perusahaaan.

4.    Promosi Penjualan
Adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang akan dibeli pelanggan.
Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Customer promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang pelanggan agar mau untuk membeli.
b.    Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong para pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk menjual atau memperdagangkan barang/ jasa dari sponsor.
c.    Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual
d.    Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dam mendidik pelanggan.

5.    Pemasaran Langsung atau Direct Marketing
Adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi disemabarang lokasi. Melalui direct marketing, konsumen juga dapat memperoleh manfaat berupa penghematan waktu dalam berbelanja dan bahkan dapat berbelanja secara rahasia. Sementara itu bagi penjual, manfaat yang akan diperoleh adalah dapat memilih calon pembeli secara selektif, dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan nya dan memperoleh peluang baru yang menguntungkan.



DAFTAR PUSTAKA:
Startegi Pemasaran Edisi 2 oleh FANDY TJIPTONO Penerbit ANDI