Kamis, 22 November 2012

SUDAHKAN UKM MENJADI MOTOR PEREKONOMIAN INDONESIA?

UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah. UKM merupakan : “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.” UKM di Indonesia masih belum ada kemajuan. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa sektor UKM yang mampu menyediakan 99,46% lapangan pekerjaaan baru, namun kontribusinya baru 43,42% dari seluruh nilai transaksi perekonomian Indonesia setiap tahunnya.

UKM di Indonesia tidak dapat berkembang dengan Negara lain disebabkan oleh dukungan pemerintah pada sektor ini masih sangat minim. Baik dukungan berupa permodalan, akses pasar, pembinaan, maupun pendampingan. Bagaimana menciptakan produk, memasarkannya, mencari pasarnya agar konsumen mudah mendapatkan produknya.

Selain itu, yang turut menghambat UKM agar berkembang adalah fasilitas untuk mendapatkan kredit atau permohonan kredit dan Kendala dalam pemerintah yakni, pemerintah hanya dapat memberikan dana tanpa memberikan treatment lebih lanjut untuk dapat bertahan dan berkembang dalam menjalankan usahanya. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar FE Univ. Padjadjaran Prof. Dr. Ina Primiana Syinar.

Sementara itu, dosen FEUI lainnya, Lana Soelistianingsih, menjelaskan adanya alasan mengapa UKM kurang berkembang. Pertama, perbankan tidak mau mengeluarkan agunan. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) harus membantu seperti apa bentuk agunannya. Kedua, karena terhambat masalah agunan, maka celah ini dimanfaatkan lembaga pembiayaan nonbank atau biasa disebut shadow banking.

Karena agunan tidak jelas maka dianggap oleh bank tidak berkualitas. Sehingga, beban risiko atau bunganya dikenakan sangat tinggi. “Ini sama juga ada celah. Bank sangat hati-hati dalam kucurkan kredit, sedangkan sektor mikro butuh akses. Celah inilah yang menjadi tugas BI dan pemerintah untuk mengintervensi. Contohnya menentukan plafon agunan dan bukan pasar yang menentukan,” tegasnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari juga mengatakan, permasalahan UKM di Indonesia juga diperparah dengan kegagalan disentralisasi sektor itu di luar Pulau Jawa. “Jadi sebetulnya saat ini UKM masih terpusat di Pulau Jawa. Masalahnya masih klasik, Seperti infrastruktrur dan akses pasar.

Kemudian dia menjelaskan bahwa teknis di lapangan yang sulit diterapkan dimana UKM daerah sulit menjangkau dalam segi jarak yang jauh terhadap bank yang akan dituju untuk mendapatkan pinjaman, sedangkan di daerah hanya terdapat Bank Rakyat Indonesia (BRI) saja sedangkan yang lainnya tidak ada yang terdekat, paling tidak di tingkat kecamatan.

Dari beberapa pendapat diatasa, dapat disimpulkan bahwa UKM di Indonesia tidak berkembang disebabkan oleh :
1.      Kurangnya dukungan pemerintah dalam permodalan, akses pasar, pembinaan, maupun pendampingan.
2.      Pemerintah tidak melakukan treatment yang berbeda seperti Bagaimana menciptakan produk, memasarkannya, mencari pasarnya agar konsumen mudah mendapatkan produknya.
3.      Sulitnya masyarakat mendapatkan sindikasi kredit
4.      Perbankan tidak mau mengeluarkan angunan.
5.      Adanya shadow shading.
6.      Adanya ketidaksesuaian anggaran yang ditetapkan dengan yang dilapangan.
7.      Pemerintah lebih memusatkan perhatian kepada sector dipulau jawa.
8.      Sulitnya mendapatkan pinjaman bagi UKM yang berada di daerah.
9.      Adanya persyaratan untuk mendapatkan modal yang sulit dijangkau oleh UKM

Masalah yang terjadi diatas dapat diselesaikan melalui cara kerja pemerintah dan Bank Indonesia. Dimana pemerintah dapat memberikan treatment agar para pelaku UKM dapat berkembang dan bertahan dalam menjalankan usahanya. Pemerintah juga perlu menghadirkan lembaga keuangan secara khusus (Bank UKM) yang mampu mengontrol aliran dana untuk UKM. Pemerintah juga dianjurkan untuk tidak hanya mengurusi kredit komersial. Sedangkan BI dapat menentukan plafon angunan dan mengatur shadow banking agar dapat BI dapat mengawasi alirannya. Karena di Indonesia UKM yang paling ampuh untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia dibandingkan dengan perusahaan besar lainnya.

SUMBER :