Senin, 28 November 2011

STRATEGI PROMOSI DAN PERIKLANAN


a.   PENGERTIAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan sebagai penentu keberhasilan suatu produk. Jika, promosi tidak dilakukan maka konsumen tidak yakin bahwa produk itu berguna bagi mereka.
Komunikasi Pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha untuk menyebarkan informasi, membujuk, atau mengingatkan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Gambar Model Komunikasi

Ada tiga unsur pokok dalam struktur proses komunikasi pemasaran berdasarkan gambar komunikasi pemasaran, yaitu:
1.    Pelaku Komunikasi
Terdiri atas pengirim (sender) atau komunikator yang menyampaikan pesan dan penerima (receiver) atau komunikan pesan. Dalam hal ini, yang berperan sebagai komunikator adalah produsen atau perusahaan, sedangkan komunikannya adalah khalayak, seperti pasar pribadi, pasar organisasi, maupun masyarakat umum.
2.    Material komunikasi
a)    Gagasan, yaitu materi pokok yang hendak disampaikan pengirim.
b)    Pesan, yaitu himpunan dari beberapa simbol darin suatu gagasan.
c)    Media, yaitu pembawa pesan komunikasi. Contohnya tv, radio, majalah, tenaga ahli profesional, dll.
d)    Response, yakni reaksi pemahaman atas pesan yang diterima oleh si penerima
e)    Feed-back yaitu umpan balik atas pesan dari sebagian ataupun keseluruhan respon yang dikirim kembali oleh penerima.
f)     Gangguan, yaitu segala sesuatu yang dapat menghambat kelancaran proses komunikasi. Seperti, masalah bahasa,gangguan fisik, perbedaab budaya, efek status, dan ketiadaan feed-back.
3.    Proses Komunikasi
Proses penyampaian pesan maupun pengiriman kembali respon yang memerlukan dua kegiatan, yaitu:
-       Encoding adalah proses yang mengubah gagasan secara simbolik menjadi suatu pesan untuk disampaikan kepada penerima.
-       Decoding adalah proses untuk mengartikan simbol sehingga pesan yang diterima dapat dipahami.


b.   PENTINGNYA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi efektif  terjadi ketika ada aliran informasi dua arah yaitu antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama mendapatkan respon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut yaitu komunikator dan komuniakan. Komunikasi tidak selalu berlangsung secara efektif karena dalam proses komunikasi seringkali ditemukan adanya gangguan (noise) yang disebabkan oleh berita yang disampaikan tidak jelas sehingga penerima pesan mengartikannya tidak secara lengkap dan menyeluruh, masalah bahasa, ganggaun fisik, dan gangguan yang lainnya. Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan efektif karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama, tetapi memiliki arti yang berbeda, atau menggunakan kata yang berbeda dengan arti yang sama. Karena itulah, bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu akan mempengaruhi bagaimana proses komunikasi yang dilakukannya dengan orang lainnya.
Komunikasi yang efektif akan memberikan pemahaman bahwa proses komunikasi tidak hanya berupa penyampaian dan penerimaan komunikasi belaka, tetapi juga memiliki peran dan fungsi sebagai proses membangun hubungan antara pelaku komunikasi. Kualitas hubungan ini sangat ditentukan oleh setidaknya tiga aspek yaitu proses, manusia, dan informasi. Dengan demikian komunikasi juga digunakan untuk mengembangkan hubungan antar teman dan membangun kepercayaan antar individu dan pertemanan seseorang dalam organisasi. Komunikasi yaabelng efektif dalam konteks ini akan turut meningkatkan kualitas hidupmanusia.


c.   BAURAN PEMASARAN
Beberapa tugas promosi sering disebut juga bauran promosi. Adapun bauran promosi adalah sebagai berikut:
1)    Mass Selling, terdiri atas periklanan dan publisitas
2)    Personal Selling atau penjualan tatap muka
3)    Public Relations atau hubungan masyarakat
4)    Promosi penjualan
5)    Pemasaran Langsung atau Direct Marketing
Masing-masing bauran promosi tersebut dapat diterapkan dengan memanfaatkan berbagai alat yang tersaji dalam tabel.


1.    Periklanan
Iklan adalah bentuk komunikasi tidak lansung, yang berdasarkan informasi tentang keunggulan ataukeuntungann dari sebuah produk, yang disusun sedemikian rupa sehinnga menimbulakn rasa menyenangkan yang dapat mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Sifat-sifat iklan adalah sebagai berikut:
a.    Public presentation
Yang memungkinkam setiap orang dapat menerima pesan yang sama tentang produk yang di iklankan
b.    Pervasiveness
Pesan iklan tersebut dapat diulang-ulang untuk memantapkan penerimaan informasi
c.    Amplified Expressiveness
Iklan mampu untuk mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk mempengaruhi perasaan khalayak
d.    Impersonality
Iklan tidak memaksa khalayak untuk menanggapi dan memperhatikannya, karena merupakan komunikasi yang menolong

2.    Penjualan Tatap muka atau personal selling

Adalah komunikasi langsung (tatap muka)antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membantuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.
Sifat-sifat personal selling antara lain:
a.    Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
b.    Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari hubungan jaul beli sampaidengan suatu hubungan yang lebih akrab
c.    Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.
Kelebihan dari personal selling adalah memepunyai operasi yang lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya.
Fungsi dari aktivitas dari personal selling adalah:
1.    Prospecting, yaitu mencari pembali dan menjalin hubungan dengan calon pembeli.
2.    Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
3.    Communicating, yaitu memberi informasi tentang produk perusahaan terhadap pelanggan.
4.    Selling, yakni mendekati, mempresentasikan, mengatasi. penolakan,serta menjual produk kepada pelanggan.
5.    Servicing, yakni memberikan pelayanan kepada pelanggan.
6.    Information gathering, yaitu melakukan riset dan intelijen pasar.
7.    Allocating, yakni menentukan pelanggan yang akan dituju.

3.    Hubungan Masyarakat atau public relations
Merupakan upaya komunikasi yang menyeluruh dari perusahaan yang bertujuan untuk mempengaruhi opini, keyakinan, dan sikap dariberbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut.
Kegiatan-kegiatan hubungan masyarakat meliputi hal-hal berikut ini:
a.    Press Relations
Tujuan nya berhubungan dengan para pers adalah untuk memberikan informasi yang layak untuk dimuat disurat kabar agar dapat menarik perhatian publik terhadap seseorang, produk, jasa, atau organisasi.
b.    Product Publicity
Berupaya untuk mempublikasikan produk-produk tertentu.
c.    Corporate Communication
Kegiatan ini mencakup komunikasi internal maupun eksternal, serta mempromosikan pemahaman tentang organisasi.
d.    Lobbying
Merupakan usaha untuk bekerja sama dengan pembuat undang-undang dan pejabat pemerintah sehingga perusahaan mendapatkan informasi-informasi penting yang berharga. Bahkan kadangkala juga dimaksudkan untuk mepengaruhi keputusan yang akan diambil.
e.    Counseling
Untuk memberi saran dan pedapat kepada manajemen mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan publik dan mengenai posisi dan citra perusahaaan.

4.    Promosi Penjualan
Adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang akan dibeli pelanggan.
Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Customer promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang pelanggan agar mau untuk membeli.
b.    Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong para pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk menjual atau memperdagangkan barang/ jasa dari sponsor.
c.    Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual
d.    Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dam mendidik pelanggan.

5.    Pemasaran Langsung atau Direct Marketing
Adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi disemabarang lokasi. Melalui direct marketing, konsumen juga dapat memperoleh manfaat berupa penghematan waktu dalam berbelanja dan bahkan dapat berbelanja secara rahasia. Sementara itu bagi penjual, manfaat yang akan diperoleh adalah dapat memilih calon pembeli secara selektif, dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan nya dan memperoleh peluang baru yang menguntungkan.



DAFTAR PUSTAKA:
Startegi Pemasaran Edisi 2 oleh FANDY TJIPTONO Penerbit ANDI

Sabtu, 26 November 2011

PENGELOLAAN PRODUK DAN PENGEMBANGAN PRODUK BARU

1.   PENGERTIAN PRODUK
Pengertian produk menurut para ahli:
A.   W. J Stanton
A product is a set tangible and intangible atributes, including, packaging,color, price, manufacture’s prestige, and manufacture’s andc retailer, which the buyer may accept as offering want- statisfication. Artinya produk ialah seperangkat atribut baik berwujud atau pun tidak berwujud, termasuk didalam nya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual(pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.
B.   KOTLER
Menyatakan “ A product is anything that can be offered to a market to satisfy a want or need. Products that are marketed include physical goods, services, experiences, events, persons, places, properties, organizations, information and ideas.
Produk adalah segala sesuatu yang dapay ditawarkan di pasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.
Dari pengertian produk menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa produk bukan hanya berbentuk sesuatu yang berwujud saja, akan tetapi juga sesuatu yang tidak berwujud seperti pelayanan jasa.
Jadi, konsumen tidak hanya membeli produk hanya sekedar untuk memuaskan kebutuhan(needs), akan tetapi juga bertujuan untuk memuaskan keinginan (wants). Misalnya bentuk sepatu, warna hijau, merek yang bagus, gaya, dan harga nya.
Oleh karena itu produsen harus memperhatikan secara hati-hati kebijakan produknya. Jika digambarkan sebuah produk itu memiliki beberapa lapisan. Kombinasi dari beberapa bagian lapisan itu akan mencerminkan suatu produk. Dari beberapa lapisan, akan tergambar “image” pada konsumen. Lapisan-lapisan tersebut adalah sebagai berikut:



Apabila seseorang membutuhkan suatu produk, maka terbayang lebih dahulu ialah manfaat produk, setelah itu baru memepertimbangkan faktor-faktor lain diluar manfaat. Faktor-faktor itulah yang membuat konsumen mengambil keputusan membeli atau tidak.
Suatu tantangan paling besar dihadapi oleh setiap perusahaan adalah masalah pengembangan produk. Pengembangan produk dapat dilakukan oleh personalia dalam perusahaan dengan cara mengembangkan produk yang sudah ada. Dan dapat pula menyewa para peneliti guna menciptakan produk baru dengan model-model yang sesuai. Perusahaan yang tidak mengadakan atau tidak mampu menciptakan produk baru akan menghadapi resiko seperti penurunan volume penjualan, karena munculnya pesaing yang lebih kreatif, adanya perubahan selera konsumen, munculnya teknologi baru dalam proses produksi.
1.   KLASIFIKASI PRODUK
Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu:
1.    Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang:

a.    Barang Tidak Tahan Lama
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaiannya. Contohnya adalah sabun, minuman dan makanan ringan, gula, garam, dll. Oleh karena barang jenis ini dikonsumsi dengan cepat dan frekuensi pembeliannya sering terjadi, maka strategi yang tepat adalah menyediakan nya di banyak lokasi, menerapkan mark-up yang kecil, dan mengiklankannya secara gencar untuk merangsangorang untuk mencobanya.


 

b.    Barang Tahan Lama
Merupakan barang yang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian nya. Umumnya jenis barang ini membutuhkan personal selling dan pelayanan yang lebih banyak daripada barang tidak tahan lama, memberikan keuntungan yang lebih besar, dan membutuhkan garansi daripenjualnya. contoh dari barang tahan lama.




2.   KLASIFIKASI BARANG KONSUMEN
Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri, bukan untuk tujuan bisnis. Barang konsumen diklasifikasi menjadi empat jenis, yaitu:
1)   Convenience Goods
Merupakan barang yang ada pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi, dibutuhkan dalam waktu segera dan hanya memerlukan usaha yang minimum dalam pembandingan dan pembeliannya. Convenience goods dapat dikelompokkan menjadi tiga jeni, yaitu:
a.    Staples adalah barang yang dibeli konsumen secara rutin, misalnya sabun, pasta gigi, dll
b.    Impulse goods merupakan barang yang dibeli tanpa usaha-usaha mencarinya. Contohnya permen, coklat, majalah,dll
c.    Emergency goods adalah barang yang dibeli bila suatu kebutuhan dirasa konsumen mendesak, misalnya payung, jas hujan dimusim hujan.

2)   Shopping Goods
Adalah barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Shopping goods terdiri atas dua jenis:
a.    Homogeneous shopping goods merupakan barang-barang yang oleh konsumen dianggap serupa dalam hal kualitas tetapi cukup berbeda dalam harga. Dengan demikian konsumen berusaha mencari harga termurah dengan cara membandingkan nya dari satu toko ke toko lain. Contohnya tape recorder
b.    Heterogeneous shopping goods adalah barang-barang yang aspek ciri-cirinya dianggap lebih penting oleh konsumen daripada harganya. Contohnya perabotan rumah tangga.

3)   Specialty goods
Adalah barang-barang yang memiliki karekteristik merek yang unik dimana konsumen berusaha untuk membelinya. Contohnya mobil, berlian, dll.

4)   Unsought goods
Adalah barang yang tidak diketahui oleh konsumen, atau walaupun sudah tahu tidak terpikirkan untuk membelinya. Unsought goods terbagi dua jenis, yaitu:
A.   Regularly unsought produk. Contohnya asuransi jiw, batu nisan, tanah kuburan
B.   New unsought products adalah barang yang benar-benar baru sehinnga konsumen belum mengetahuinya.

3.   KLASIFIKASI BARANG INDUSTRI
Barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis) untuk keperluan selain dikonsumsi langsung, yaitu:
a.    Untuk diubah, yaitu diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali
b.    Untuk dijual kembali tanpa proses produksi.
Menurut kotler ada tiga kelompok barang industri yang dapat dibedakan, yaitu:
1.    Materials ans parts
Adalah barang yang seluruhnya masuk kedalam produk jadi. Menjadi dua kelas yaitu:
a.    Bahan baku dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:
-       Produk pertanian
Contohnya beras, buah-buahan, kapas.
-       Produk-produk kekayaan alam
Seperti minyak bumi, ikan, kayu, rotan,dll
b.    Suku cadang
Terbagi atas:
-       Component materials
Misalnya benag, kawat, semen. Benang ditenun menjadi kain
-       Component parts
Misalnya motor kecil, ban. Component parts tampa mengalami perubahan bentuk dan sifat.

2.    Capital items
Adalah barang-barang tahan lama yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi. Dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a.    Instalisasi meliputi bangunan (seperti pabrik dan kantor) dan peralatan (seperti kompyter, tangga berjalan, generator, dll)
b.    Peralatan tambahan terdiri dari peralatan dan perkakas pabrik yang bersifat portable (seperti alat pengangkut) dan peralatan kantor(misalnya mesin ketik, meja kantor)

3.    Supplies and Services
Adalah barang-barang tidak tahan lama dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
a.    Supplies terdiri atas perlengkapan operasi seperti pensil, pita mesin ketik, minyak pelumnas. Dan bahan pemeliharan dan reparasi seperti cat, batu, sapu, sikat.

b.    Businnes service terdiri atas jasa pemelirahaan dan reparasi seperti pembersih kaca. Dan jasa konsultansi bisnis seperti hukum, perpajakan, periklanan.


4.   MENGAPA PENGEMBANGAN PRODUK BARU?
Produk baru dapat didefenisikan sebagai barang dan jasa yang pada pokoknya berbeda dengan produk yang telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan.
Sebuah produk baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Produk tersebut betul-betul merupakan hasilinovasi baru. Namun ada, juga produk baru yang fungsinya sama dengan produk yang sudah ada seperti televisi fungsinya sama dengan radio dan bioskop, plastik menyaingi barang dari kayu dan metal
b.    Pengganti produk lama, tapi berbeda pemakaiannya, seperti instant cofee mengganti kopi yang biasa. Mobil model tahun terbaru berbeda dengan model lama, demikian pakaian model baru mengalahkan pakaian model lama.
c.    Produk imitasi adalah barang baru bagi perusahaan tertentu tapi bukan baru bagi masyarakat.

Sebagai kesimpulan, apakah suatu produk itu baru atau bukan, sangat tergantung pada tanggapan masyarakat konsumen. Jika konsumen menyatakan bahwa produk itu memang berbeda denganbarang yang sudah ada dipasar, maka produk itu adalah produk baru (misalnya berbeda karena daya tarik, model, penampilan).
5.    Siklus kehidupan produk
Siklus kehidupan produk terdiri atas 5 tingkatan:
a.    Tahap Introduksi (introduction)
b.    Tahap pengembangan (growth)
c.    Tahap kematangan (maturity)
d.    Tahap menurun (decline)
e.    Tahap ditinggalkan (abandonmen)
Jangka waktu tiap tahap ini berbeda-beda pada setiap macam barang, dapat diukur dengan mingguan, ataupun bulanan, tahunan ataun puluhan tahunan.
Pada permulaan produk diperkenalkan ke pasar, penjualan masih rendah karena pasar belum mengenal barang tersebut. Di sini perlu dilancarkan promosi. Kemudian setelah konsumen kenal maka akan banyak orang membeli, pasaran makin luas, volume meningkat cepat sekali (growth). Dalam keadaan ini, pengusaha harus manyebarluaskan barang-barangnya, dan mengisi semua toko yang mungkin dapat menjual produknya. Produsen melalui distriobutor melaksanakan sell-in yaitu mengisi semua rak-rak toko sebanyak-banyaknya kemudian melakukan sell-out melalui media iklan agar barang-barang yang ada dirak dibeli/ditarik keluar oleh si pembeli. Namun kemudian pasar menjadi jenuh dan timbul masa maturity. Konsumen mulai merasa bosan, dan menunggu produk baru lagi. Dalam keadaan ini, pengusaha harus mencoba merubah product design, dan merubah desain pembungkus, atau memperbaiki mutu prodiuk menjadi produk yang lebih super, lebih putih, lebih bermutu, agar konsumen tidak jenuh. Juga dilakukan strategi membuat produk ukuran besar agar kuantitas yang terjual cukup besar. Jika strategi tidak berhasil, maka akan timbul masa penurunan (decline), omzet penjualan mulai menurun. Suatu tindakan penyelamatan, mengurangi jumlah produksi, mengurangi biaya, penghematan-penghematan dalam segala bidang, perlu segera diambil, untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Akhirnya jika semua tidak dapat diatasi maka produk tersebut akan ditinggalkan oleh konsumen dan produknya hilang dari pasaran.

6.    Pengendalian Produk Baru
Untuk pengendalian pengembangan produk kita harus meninjau tahap-tahapnya lebih dahulu, baru kemudian lembaga atau organisasi yang bertanggung jawab.

Ø  Tahap-tahap Di Dalam Siklus Pengembangan Produk Baru
Berhasilnya pengembangan produk tergantung pada tiga faktor, yaitu;
·         Faktor keberuntungan
·         Faktor keahlian, dan
·         Faktor penafsiran terhadap informasi yang ada.
Prosedur pengembangan produk ada 5 tahap:
Gambar Tahap-tahap Dalam Siklus Pengembangan Produk




WAKTU KUMULATIF (PERSEN)

1.    Tahap Penyaringan
Tahap ini dilakukan setelah berbagai macam ide tentang produk yang itu tersedia. Jadi, tahap ini merupakan pemilihan sejumlah ide dari berbagai sumber. Adapun sumber informasi atau ide apat berasal dari: manajer perusahaan, pesaing, para ahli termasuk konsultan, para penyalur, langganan atau lembaga lain. Pada gambar tersebut jumlah ide yang perlu disaring ada 58 ide.

2.    Tahap Analisis Bisnis
Masing-masing ide perlu dianalisis dari segi bisnis untuk mengetahui seberapa untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan ide tersebut dalam menghasilkan laba. Pada gambar terlihat jelas bahwa jumlah ide yang lolos dalam tahap penyaringan dalah sebanyak 12 ide. Kedua belas ide inilah yang harus dianalisis.

3.    Tahap pengembangan
Dari kedua belas ide yang telahdi analisis itu, ternyata ada 6 yang perlu dikembangkan. Keenam ider tersebut dianggap lebih menguntungkan dibangdingkan denganyang lain.

4.    Tahap pengujian
Tahap pengujian merupakan kelanjutan dari tahap pengemabangan. Termasuk dalam tahap pengujian ini adalah:
ü  Pengujian tentang konsep produk
ü  Pengujian terhadap kesukaan konsumen
ü  Penilaian laboratoris
ü  Tes penggunaannya
ü  Dan operasi pabrik percontohan (pilot plant)

Dari tiga ide yang di uji, telah lolos ke tahap berikutnya sebanyak dua ide.

5.    Tahap komersialisasi
Tahap terakhir dalam rangkaian pengrmbangan produk ini adalah tahap komersialisasi. Ada dua id berhasil lolos ke tahap komersialisasi. Pada tahap ini, semua fasilitas sudah disiapkan sedemikian rupa, baik fasilitas produkproduksi maupun pemasaran nya. Semua kppppr ma produksi maupun  kegiatan harus dikoordinasikan dengan baik. Ternyata hasil akhir dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah perubahan dari 58 ide produk baru ke dalam satu produk yang sukses secara komersial.
Pengelolaan kegiatan pengembangan produk ini bukanlah merupakan tugas yang mudah apalagi bagi perusahaan yang telah berhasil dengan produk barunya. Masalah-masalah yang sering dihadapi banyak bersanngkut-paut dengan tanggumg jawab, komunikasi, dan koordinasi hubungan kerja di antara berbagai departemen dalam perusahaan. Agar pengembangan produk dapat lebih efektif maka kegiatan produksi, pemasaran, dan penelitian harus saling bekerja sama meskipun mempunyai tujuan yang berbeda.

Ø  Organisasi Pengembangan Produk Baru
Agar dapat berhasil, masalah pengembangan produk baru ini harus ditangani oleh satu badan atau departemen tersendiri. Di antara organisasi yang ada, seperti:
·         Komite perencanaan produk
·         Departemen produk baru
·         Manajer produk
·         Venture team
·         Para ahli atau konsultan produk baru dari luar,
Yang paling banyak dipakaiuntuk mengelola pengembengan produk adalah Departemen Produk Baru. Pada umumnya, departemen ini relatif kecil, dengan beberapa anggota saja, dan bertanggung jawab langsung kepada direktur. Beberapa kegiatan khusus yang dilakukan nya antara lain;
a.    Menentukan tujuan produk
b.    Merencanakan kegiatan-kegiatan eksplorasi
c.    Mengadakan pemilihan alternatif
d.    Mengembangkan spesifikasi
e.    Mengkoordinasikan kegiatan pengujian dan prakomersialisasi
f.     Mengarahkan kelompok- kelompok departemen

Ø  Anggaran Dan Skedul
Proses pengembangan produk dapat dibuat lebih efisien dengan memberikan suatu tanggung jawab yang luas kepada seseorang dan dengan memanfaatkan anggaran skedul yang telah ditentukan. Pengembangan produk baru dapat memakan biaya lebih besar dan waktu lebih banyak dari apa yang telah ditentukan. Namun masalah-masalah tersebut akan dapat diatasi jika pengawasan efektif. 






DAFTAR PUSTAKA:

  1. Buku Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa oleh Prof. DR. H. Buchari Aima
  2. Buku Strategi Pemasaran Edisi II Oleh Fandy Tjiptono 
  3. Martin L. Bell, Marketing: Concepts and Stategy, 3rd. ed. Houghton Miffin Company, Boston, M.A., 1979, p-223