Senin, 04 November 2013

PERSEPSI KONSUMEN

A.  STIMULI PEMASARAN DA PERSEPSI KONSUMEN
1.    Stimuli pemasaran adalah setiap komunikasi / stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi konsumen. Produk & komponennya (kemasan, isi, ciri fisik) adalah stimuli utama. Komunikasi yang didesain untuk mempengaruhi konsumen adalah stimuli tambahan yg mempresentasikan produk (kata-kata, gambar, & simbol) atau melalui stimuli lain seperti harga, tempat penjualan & sales.
2.    Stimuli lingkungan adalah stimuli fisik yg didesain untuk mempengaruhi keadaan lingkungan. Faktor kunci yg menentukan persepsi konsumen :
a.    Karakteristik stimulus yang mempengaruhi persepsi : elemen indera & structural.
b.    Kemampuan konsumen untuk mendeteksi perbedaan dalam suara, cahaya, bau dan stimuli lainnya.

B.  KARAKTERISTIK STIMULUS YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
Terdapat 2 (dua) karakteristik stimulus yang mempengaruhi persepsi:
1.       Sensory mempengaruhi bagaimana suatu produk dirasakan, meliputi faktor : warna, bau, rasa.
2.       Faktor struktural meliputi ukuran iklan, posisi penempatan iklan, warna dan kontras.

C.   KARAKTERISTIK KONSUMEN YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
Terdapat 5 (lima) karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi, yaitu:
1.      Membedakan stimulus : apakah konsumen bisa merasakan perbedaan antara dua atau lebih stimuli. Apakah konsumen merasakan perbedaan merk berdasarkan rasa, perbaan, harga & bentuk kemasan produk ? Kenyataannya banyak konsumen yang bisa membedakan merk produk berdasarkan rasa, tapi ada juga yang tidak bisa. sehingga pemasar sering menggunakan iklan agar konsumen mampu membedakan merk.
2.      Tiingkat ambang batas (Threshold level). Kemampuan konsumen utk mendeteksi perbedaan suara, cahaya, bau dll ditentukan oleh tingkat ambang batas, meliputi :
-       Absolute threshold adalah jumlah rangsangan minimum yg dapat dideteksi oleh indera.
-       Differential threshold adalah kemampuan sistem indera untuk mendeteksi / membedakan antara dua stimuli. Ex : harga odol gigi yg belum pernah dibeli konsumen lebih murah 300 drpd harga odol gigi yg biasa dibelinya. Perbedaan harga 300 tdk mempengaruhi konsumen dlm mengubah pilihannya. Tp jk perbedaan harga 800 maka konsumen bersedia merubah pilihannya.
3.      Subliminal perception (persepsi bawah sadar) adalah kemampuan konsumen memberikan tanggapan terhadap stimulus yang berada di bawah kesadaran. Ex : ketika penonton bioskop sedang menikmati film tiba-tiba diberika dua pesan yg ditayangkan secara cepat sehingga penonton tidak menyadari adanya tayangan pesan tsb. Tapi, secara mengejutkan penjualan produk tersebut justru meningkat.
4.      Tingkat adaptasi terjadi jika konsumen tidak lagi memperhatikan stimulus yang berulang-ulang. Ex : ketika konsumen melihat iklan produk dengan diskon 20%, pertama kali konsumen akan tertarik, tapi jika iklan tersebut ditayangkan terus menerus & tidak ada perubahan tingkat potongan harga, konsumen sudah terbiasa & tidak memperhatikan iklan tersebut.
5.      Generalisasi stimulus terjadi jika konsumen melihat dua atau lebih stimulus yang mempunyai kesamaan (hubungan yang dekat) dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya, sehingga dapat disubstitusikan. Proses generalisasi sangat dihindari pemasar, karna pemasar berusaha mendiferensiasikan mereknya dengan merek lain. Di pihak lain, pemasar juga mengharapkan generalisasi ketika mereka ingin memperkenalkan produk baru, dengan harapan laku terjual seperti produk yang lama. Kebijakan ini dinamakan family branding. Ex : produsen sirup ABC memperkenalkan produk baru berupa kecap, sambal, saus, sarden.

D.  PROSES PERSEPSI
Persepsi seseorang tidaklah begitu saja, ada tahapan-tahapan atau proses tertentu yang harus dilalui oleh seseorang untuk bisa berpersepsi. Menurut Sunaryo (2004) persepsi melewati tiga proses, yaitu:
a.     Proses fisik (kealaman)
b.    Proses fisiologis
c.      Proses psikologis : proses dalam otak sehingga individu menyadari stimulus yang diterima.
Sejalan dengan hal itu Bimo Walgito (2002) mengemukakan proses-proses terjadinya persepsi:
a.    Suatu obyek atau sasaran menimbulkan stimulus, selanjutnya stimulus tersebut ditangkap oleh alat indera. Proses ini berlangsung secara alami dan berkaitan dengan segi fisik. Proses tersebut dinamakan proses kealaman.
b.    Stimulus suatu obyek yang diterima oleh alat indera, kemudian disalurkan ke otak melalui syaraf sensoris. Proses pentransferan stimulus ke otak disebut proses psikologis, yaitu berfungsinya alat indera secara normal.
c.    Otak selanjutnya memproses stimulus hingga individu menyadari obyek yang diterima oleh alat inderanya. Proses ini juga disebut proses psikologis. Dalam hal ini terjadilah adanya proses persepsi yaitu suatu proses di mana individu mengetahui dan menyadari suatu obyek berdasarkan stimulus yang mengenai alat inderanya.
Kemudian secara lebih detail Gibson (1990) berpendapat mengenai proses terjadinya persepsi yaitu mencakup penerimaan stimulus (inputs),pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap.

E.   PERAN EKSPEKTASI PADA PERSEPSI
Ekspektasi bisa mengubah persepsi individu dimana individu tersebut bisa melihat apa yang mereka harapkan dari apa yang terjadi sekarang.

F.   SEMIOTIS
Keller memandang komunikasi sebagai tindakan-tindakan, meliputi tindakan memproduksi sesuatu yang dapat diterima oleh akal manusia, dengan tujuan untuk membawa manusia lainnya kepada suatu penarikan kesimpulan dari suatu interpretasi. Dalam hal ini, Keller menyatakan bahwa komunikasi merupakan suatu guessing game. Kemampuan untuk menyediakan model-model interpretatif bagi mitra tutur untuk “menebak” tujuan komunikasi disebut Keller sebagai kompetensi semiotis (semiotic competence). Sedangkan pengetahuan yang mendasari kompetensi semiotis disebutnya sebagai pengetahuan semiotis (semiotic knowledge). Kompetensi semiotis dan pengetahuan semiotis adalah kebutuhan logis dari sebuah kompetensi bahasa. Melalui kemampuan kita untuk menggunakan persepsi secara interpretatif, serta kemampuan kita untuk menggunakan kemampuan tersebut untuk tujuan komunikasi, tanda-tanda bahasa muncul secara spontan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa bahasa merupakan hasil dari penggunaan pengetahuan semiotis yang dimiliki oleh seseorang, untuk mempengaruhi mitra tuturnya (Keller, 1998: x).

G.  INFERENSI PERSEPTUAL
Perseptual adalah kemampuan memahami dan menginterpresentasikan informasi sensori atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna yang diterima oleh panca indera. Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar.

H.  IMPLIKASI PEMASARAN DAN INFERENSI PERSEPTUAL
·        Konsumen cenderung membentuk citra terhadap merek, toko, dan perusahaan didasarkan pada inferensi mereka yg diperoleh dr stimuli pemasaran & lingkungan.
·        Citra : total persepsi trhdp suatu objek, yg dibentuk dgn memproses informasi dr berbagai sumber setiap waktu.
·        Pemasar harus secara konstan mencoba mempengaruhi citra konsumen.

SUMBER:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar